BELAJAR DARI PANDEMI COVID 19

Artikel ini ditulis oleh :

Dr. Euis Soliha, S.E., M.Si

Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Unisbank Semarang

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional,  2 Mei 2020

Negara di dunia saat ini tengah dikejutkan dengan wabah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus bernama corona atau lebih dikenal dengan istilah covid-19 (Corona Virus Diseases-19). Virus ini awalnya mulai berkembang di Wuhan, China. Wabah virus ini memang penularannya sangat cepat menyebar ke berbagai negara di dunia. Sehingga oleh World Health Organization (WHO), menyatakan wabah penyebaran virus covid-19 sebagai pandemi dunia saat ini. Sudah banyak korban yang meninggal dunia. Bahkan banyak juga tenaga medis yang menjadi korban lalu meninggal. Hal ini menjadi permasalahan yang harus dihadapi oleh dunia saat ini, untuk melakukan berbagai kebijakan termasuk di negara Indonesia sendiri. Indonesia pun juga merasakan akan dampak penyebaran virus ini. Semakin hari semakin cepat menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia.

Akibat dari pandemi covid-19 ini, menyebabkan diterapkannya berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 di Indonesia. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah di Indonesia di antaranya dengan menerapkan himbauan kepada masyarakat agar melakukan physical distancing,  social distancing dan work from home (WFH). Upaya tersebut ditujukan kepada masyarakat agar dapat memutus rantai penyebaran pandemi covid-19 yang terjadi saat ini.

Pendidikan di Indonesia pun menjadi salah satu bidang yang terdampak akibat adanya pandemi covid-19 tersebut. Di dunia perguruan tinggi maka proses perkuliahan menggunakan daring. Dosen dan mahasiswa bisa menggunakan media e learning, google classroom, zoom, e mail ataupun whatsapp. Banyak permasalahan yang muncul dari pembelajaran daring diantaranya jaringan listrik, jaringan internet dan juga kemampuan untuk menguasai teknologi. Penguasaan teknologi ini harus bisa dipahami oleh dosen dan mahasiswa. Dalam hal ini dosen dituntut bisa kreatif bagaimana menyampaikan materi pembelajaran ini supaya dapat dipahami mahasiswanya. Permasalahan lain dari mahasiswa menyangkut telalu banyaknya dan terlalu beratnya tugas yang diberikan oleh dosen. Dalam hal ini dituntut adanya kebijakan dari masing-masing dosen.

Adanya pandemi covid-19 juga memberikan hikmah yang lainnya. Adanya WFH memberikan hikmah bagi kita semua yaitu pentingnya keluarga dan terciptanya “Rumahku adalah surgaku.” Kita menjadi lebih dekat dan lebih nyaman bersama keluarga, ibadah bersama, memasak bersama, berbuka puasa bersama dan sahur bersama serta aktifitas lain bersama keluarga. Hal ini dulu mungkin jarang dilakukan karena kesibukan dari diri kita masing-masing. Setiap hari sudah teragenda jadual kita yang padat. Bulan Ramadhan yang lalu hampir setiap hari sudah terjadual agenda buka bersama dengan rekan, kolega kita ataupun berbagai organisasi yang kita ikuti. Tapi sekarang tidak ada lagi jadual buka bersama kecuali buka bersama keluarga tercinta. Adanya WFH ini mestinya jangan lupa bahwa tiap-tiap pribadi di keluarga harus punya target masing-masing. Apa yang harus dan akan kita kerjakan di rumah. Target apa yang ingin kita capai. Jangan sia-siakan waktu. Kalau kita mempunyai target dan mempunyai manajemen waktu yang baik maka Insya Allah WFH ini akan bermanfaat. Hikmah lain adalah rasa peduli pada sesama. Bantulah dengan tulus orang lain yang membutuhkan.  Selain itu adanya pandemi ini juga menyadarkan kita semua makna kebersihan. Sebagaimana Hadits Rosulullah SAW “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” Mari bersama-sama kita jaga kebersihan supaya hidup kita sehat. Selalulah bersyukur dan bersikap optimis. Insya Allah kita semua akan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Semoga masa pandemi ini segera selesai dan kita kembali pada kehidupan normal. Yakinlah bahwa Allah SWT selalu memberikan yang terbaik kepada umatnya. Aamiin….

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *